Header Ads

Breaking News
recent

Spirulina dan Uji Klinis

Uji Klinis Spirulina
Tubuhnya kerap lelah mengantuk. Dokter Adi Sucipto, Mph di Solo, semakin tak mengerti perubahan di tubuhnya saat keringat terus mengucur dan pandangan semakin kabur. Saat itu Adi hanya menyangka kelelahan mengurus pasien sebagai penyebab. Penyakit baru terungkap saat berada di rumah sakit menemani istri melahirkan. 

Gula darahnya terukur melebihi ambang batas, 300 mg/dl. Dokter memberikan obat diamikron untuk
diasup 3 kali 1 tablet setiap hari. Sepuluh tahun kemudian kadar gula darah melonjak hingga 500 mg/dl.

Lantaran dokter berusia 60 tahun takut jarum suntik ia menolak pemberian insulin. Alumnus fakultas kedokteran Universitas Diponegoro itu hanya meminta obatnya diganti. “Entah berapa jumlah obat yang saya minum setiap hari“, katanya. Efek mengkonsi obat kimia pun terasa 10 tahun kemudian. 

Hasil laboratorium menunjukan nilai protein urin Adi positip 4, padahalseharusnya negatip. Itu berarti ginjalnya sudah tidak mampu menyaring protein darah. Selaain itu tekanan darah melonjak hingga 180-190 mmHg, nilai kadar gula 400 mg/dl dan kadar insulin darah kurang dari 3 di bawah kadar normal 3-20. 

Lantaran obat kimia tidak mampu menyembuhkan, Adi mencoba beralih ke makanan kesehatan. Awalnya, ia tidak mempercayai spirulina mampu menuntaskan penyakitnya. “Spirulina kan protein nabati kemungkinan besar malah merusak ginjal” ujar Adi. Kebingungannya terjawab saat mendapati literatur dari dunia maya. Protein nabati spirulina berisi asam amino yang tidak membebani fungsi ginjal, malah memperbaikinya. Selain itu juga meningkatkan fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin.

dr.Oetkoeng H Kdr.Zen Djadja dr.Dadang Arief 

Baru satu kali mengkonsumsi 5 tablet spirulina, dokter Adi merasa bugar. Ia meneruskan asupan dengan dosis 2 kali 5 tablet sehari. Selama setengah tahun mengkonsumsi spirulina tidak ada keluhan yang dirasakan. Karena penasaran ia mengecek darah ke laboratorium. Hasilnya kadar gula dalam darah hanya 127 mg/dl dan kadar insulin darah 12, serta nilai protein urin negatif. Itu berarti dr Adi sudah terbebas dari diabetes tanpa harus disuntik insulin. 

Bukti empiris menunjukkan spirulina tidak hanya ampuk menggempur diabetes tetapi juga penyakit mematikan lainnya. Sekedar menyebut contoh, jantung koroner, kanler payudara, stroke dan tiroid telah dibuktikan kesembuhan banyak pasien. 

Super mini
Ditengah maraknya penggunaan bahan alam, spirulina salah satu pilihan untuk pengobatan penyakit maut. Sebetulnya spirulina bukan barang baru di dunia pengobatan. Sejak 400 tahun lampau herbal itu merupakan makanan tradisional suku Aztec dan Maya di semenanjung yukatan maksiko. 

Wajar jika keamanan mengkonsumsi spirulina terjamin. Pun bagi anak-anak dan perempuan hamil. “Spirulina merupakan makanan yang mempunyai sejarah panjang dari segi keamanannya. Namun, mutunya tergantung tempat tumbuh. Spirulina tercemar tentu berbahaya”, ujar Prof. Dr. Ali Khomsan, ahli gizi Institut Pertanian Bogor. Dosis anjuran 1 hingga 5 gram per hari. Efek samping bila berlebih? ”Karena berfungsi sebagai makanan, tak ada efek samping yang membahayakan, walau diberikan dalam dosis tinggi” katanya. 

Kini popularitas tumbuhan bersel satu itu melambung. Banyak dokter di Indonesia menyarankan – jika tidak boleh disebut meresepkan – tanaman obat itu. Spirulina merupakan ganggang biru berukuran amat mini, 1 mm. Sebutan spirulina mengacu bentuknya yang spiral. 

Menurut Prof. I Nyoman Kabinawa, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi tedapat banyak spesies yang hidup di air laut, payau dan tawar. Spirulina yang hidup di laut mampu tumbuh pada kedalaman 600 m. Dibandingkan sinar matahari yang diterima tumbuhan darat, intensitas sinar matahari yang menembus air dan diterima spirulina jauh lebih sedikit. 

“Kalau makhluk bisa hidup dengan sumber energi amat minim, maka ia mempunyai kemampuan hidup yang kuat. Ia mempunyai cadangan energi yang tinggi. Oleh karena itu spirulina banyak dimanfaatkan untuk mengembalikan kesehatan”, ujar Wahyu Suprapto, Herbalis di Batu, Malang. 

Terlengkap
Spirulina itulah yang kini banyak diharapkan mencegah dan menyembuhkan beragam penyakit maut. bagaimana duduk perkara tumbuhan itu mapu menjadi panasea – obat mujarab beragam penyakit? Ketika diwawancarai Trubus, Bob Capelli, vice president cyanotech – produsen terbesar spirulina di dunia – mengungkapkan, “Spirulina pangan terbaik di antara pangan lain karena mengandung nutrisi paling lengkap”.

Capelli yang memproduksi 30 ton spirulina per bulan di Kailua Hawai, tak berlebihan. Sekedar menyebut beberapa nutrisi spirulina adalah betakaroten, zeasantin, pikosianin. kandungan ketiga senyawa aktif itu masing-masing 23.000 IU, 8 mg dan 1.500 mg. Senyawa itulah yang berperan sebagai anti oksidan sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Spirulina mempunyai kekayaan anti oksidan yang luar biasa untuk menetralisir radikal bebas”, ujar ahli herba alumnus Rutger University itu.

Bob Capelli Cyanotech Vice President Cyanotech menuai 30 ton Spirulina/bulan
Menurut dokter Komari MSc. periset pusat penelitian dan pengembangan gizi dan makanan, anti oksidan memperkuat sistem imun. Sel imun terdiri atas sel berukuran besar dan kecil. Peran anti oksidan menjembatani kedua sel itu, sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi kuat. Itu persis hasil riset Hayasi dari fakultas farmasi, Toyama Medical dan Pharmaceutical University, Jepang. 
Ia membuktikan tingkat kekebalan tubuh mencit yang diberi Spirulina platensis lebih tinggi. Musababnya produksi antibodi satwa pengerat itu meningkat, selain itu jumlah sel fagosit melambung. 

Membangun sel
Menurut Dr. Mangestuti Agil farmakolog universitas Airlangga, orang sakit karena kekurangan bahan yang dibutuhkan untuk metabolisme sel. “Kerja sel enggak benar sehingga terjadi ketidakseimbangan”, ujarnya. Oleh karena itu setiap sel harus mendapat nutrisi yang lengkap agar dapat bekerja dengan baik, ujar dr. Oetjoeng Handajanto ahli terapi kolon, salah satu sumber terbaik bagi sel ialah spirulina.
Kandungan gizi spirulina lengkap dan mudah diserap tubuh sehingga melancarkan pencernaan. Dengan kandungan gizi lengkap tubuh memperbaiki sel yang rusak. 

Hal senada diungkapkan dr. Zen Djadja MD, di Malang, Jawa Timur. Menurut alumnus fakultas Universitas Kedokteran Katolik Atmajaya itu, spirulina memulihkan penyakit degeneratif alias menurunnya fungsi sel.
"Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi membangun sel tubuh. Pada kasus stroke spirulina membantu mengarahkan sel otak sehingga mencegah stroke ulangan sekaligus mendorong regenerasi sel", katanya. Namun, menurut Dr. Komari tingginyakandungan prtein pada spirulina mencapai 70% tidak serta merta meregenerasi sel. "Tergantung bagaimana tubuh mencerna zat itu. Oleh tubuh protein bisa dicerna menjadi asam amino, hormon atau hanya menjadi energi. Protein adalah salah satu sumber energi", ujarnya. 

Komari doktor gizi mengatakan kelebihan lain spirulina adalah kandungan vitamin A dan D sangat baik bagi kesehatan tulang dan mata. Kadar vitamin K mencapai 2,5 kali lipat dari kebutuhan dan zat besi yang memenuhi 80% kebutuhan tubuh melancarkan peredaran darah. Kandungan kromium pada spirulina mencapai 21% dari kebutuhan tubuh juga baik bagi penderita diabetes untuk merangsang kinerja pankreas untuk memproduksi insulin.
Butiran tablet Luxor Spirulina Pacifica 
Masih ada faedah lain spirulina, "klorofil yang tinggi berguna sebagai detoksifikasi atau mengeluarkan racun termasuk radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas memicu beragam penyakit seperti kanker", ujar dr. Maria Theresia Karnadi di Cilandak Jakarta Selatan. Spirulina juga kaya enzim superoksida dismutasi (SOD) mencapai 332-647. Peran SOD juga mengikat radikal bebas. 

Radikal bebas merupakan atom yang tidak memilki pasangan sehingga relatif merusak jaringan. Disebut radikal bebas karena mempunyai kebebasan untuk melakukan pengikatan-pengikatan dengan senyawa-senyawa sekitar. "Stress dan pancaran sinar matahari menimbulkan radikal bebas"' ujar dr Oetjoeng Handajanto lulusan fakultas kedokteran Universit├Ąt Bochum jerman. Nah, SOD mampu mengikat radikal bebas sehingga menjadi sesuatu yang tidak mampu lagi mengikat. 

Singkat kata thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang dan daun sejati itu mampu mendongkrak kekebalan tubuh. "Jika daya tahan tubuh meningkat, mengurangi serangan penyakit. Bila daya tahan tubuh rendah, sel darah putih tak mampu melawan penyebab penyakit", ujar dr Oetjoeng Handajanto. 

Banyak cara
Selain bersifat preventif, spirulina pun dapat digunakan sebagai terapi kuratif untuk mengatasi beragam penyakit. Menurut Yana Maolana Syah MS PhD, peneliti bahanalam institut teknologi Bandung, spirulina mempunyai komponen yang khas bernama oligosakarida. “Ternyata oligosakarida menjadi antivirus, antitumor dan mencegah penyebaran kanker,” ujar dokter Kimia alumnus University of Westren Australia itu.
Spirulina memiliki protein nabati esensial
Bagaimana spirulina mengatasi sel kanker ? itu lantaran spirulina mampu menghasilkan faktor alfa seperti disampaikan Ali Khomsan. Alfa zat kimia yang tocker menggempur sel tumor. Mekanisme lain, lantaran tumbuhan itu mengandung polisakrida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen deoxynuleutide acid (DNA). Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat. 

Dokter Oetjoeng menuturkan pada kasus kanker, spirulina berperan mengontrol pH darah. Hingga mafhum, tingkat kesamaan darah penderita kanker sangat rendah 5,7-6,5. Padahal, idealnya pH darah 7.3. “Bila pH darah turun terus darah kehabisan oksigen dan berakibat kematian,” ujar dokter berusia 55 tahun itu. Spirulina dapat meningkatkan pH darah karena bersifat basa.
Nutrisi Spirulina lebih lengkap dari pada sayuran biasa
Sel kanker memang dipicu oleh makanan yang bersifat asam seperti daging, telur dan soda. Konsumsi berlebihan makanan bersifat asam menyebabkan oksigenasi darah menurun. Akibatnya, tubuh lemas, lesu dan capai. Tubuh Cuma memerlukan makan asam 20%; basa, 80%.

Keistimewaan spirulina tak Cuma itu.
Dalam khazanah pengobatan cina, hai zao alias spirulina segar bersifat dingin dan asin. Bahan bersifat asin berfungsib melunakan atau menghancurkan. “Oleh karena itu bagus diberikan untuk penyakit yang mengalami pembengkakkan atau benjolan ditubuh, termasuk tumor dan kanker. Bengkak itu biasanya panas sehingga diobati dengan bahan yang bersifat dingin,” ujar William Aditeja, dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine. 

Menurut Wahyu Suprapto, herbalis sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dalam pengobatan cina ada 2 gejala penyakit ; Yin dan Yang . Jika seseorang dalam kondisi Yang , diberi obat bersifat Yang dan kondisi Yin diberi obat Yin , justru makin sakit. “Spirulina itu mempunyai karakteristik Yin , jadi cocok untuk orang dengtan gejala Yang ,” ujarnya.
Penyakit dengan gejala Yang -cenderung ingin sesuatu yang dingin- contohnya diabetes . Namun, ada pula kencing manis bertipe Yin ditandai dengan kerap berurine. 

Makanan
Spirulina kini banyakdikonsumsi tablet. Itu hasil olahan beberapa spesiesis spirulina yang diteliti khasiatnya oleh berbagai perusahaan.
Hingga saat ini di Indonesia belum terdapat pembudidayaan spirulina. Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, priset spirulina. Perairan Indonesia-tawar,payau dan laut- potensial untuk pengembangan ganggang hijau-biru. Syaratnya antara lain pH 8.5-11 bersih, dan bebas polusi. Lagi pula tumbuhan itu amat adaptif di berbagai kondisi perairan. 

Lokasi budidaya spirulina umumnya di mancanegara seperti Amerika serikat dan China. Hasil panen berupa spirulina cxair diolah dengan teknologi pengering beku untuk mencegah oksidasi terhadap betakaroten dan asam lemak lain. Bahan bubuk itulah yang diolah menjadi tablet. Produk mereka itu kini merambah pasar dan menjadi harapan kesembuhan bagi para pasien. 

Memang banyak bukti empiris spirulina mengatasi beragam penyakit. Meski begitu , produsen dan para dokter tetap mengklaim spirulina bukan obat, tetapi makanan fungsional. "Spirulina memang tidak mengobati, tubuh memperbaiki diri sendiri", ujar dokter Oetjoeng. Ia menganalogikan montir bila gagal menemukan onderdil, mobil tetap rusak dan tak dapat berjalan. Onderdil bagi tubuh adalah makanan, spirulina “onderdil” yang amat lengkap lantaran memberikan semua yang dibutuhkan tubuh.

Order Spirulina via WA
Terbukti secara klinis dan empiris Spirulina sembuhkan penyakit
Namun, menurut sr Dadang Arief Primana SpKO, SpGK konsumsi suplemen tak perlu bila makanan sehari-hari memenuhi katagori gizi seimbang sesuai kebutuhan. "Zat-zat yang terkandung dalam spirulina sama dengan zat dalam makanan lain", ujar dokter spesialis gizi klinis itu. Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi spirulina ketika sakit mereka tak kunjung sembuh, meski berbagai pengobatan ditempuh seperti dialami Anthony Fu yang 4 tahun mengidap lupus. Sebulan setelah rutin mengkonsumsi spirulina, kadar hemoglobin meningkat menjadi 13 gram pe dl dari sebelumnya 7 gram per dl. 

Ahli gizi seperti prof Dr Ali Khomsan menuturkan, suplemen tetap diperlukan untuk menopang kecukupan nutrisi. Itu lantaran kadar nutrisi spirulina lengkap dan lebih tinggi ketimbang makanan biasa. Contoh, protein spirulina 3 kali lebih tinggi ketimbang daging sapi, kalsium 6 kali lebih tinggi ketimbang susu, dan zat besi 100 kali kali lebih tinggi ketimbang bayam. Kandungan senyawa aktif itulah yang membantu mewujudkan harapan kesembuhan banyak pasien.
Cyanotech Spirulina Farm

No comments:

kuncikesehatanalami@copyright2010. Powered by Blogger.