Header Ads

Breaking News
recent

Teripang Kendalikan Tumor Rahang

SRI REJEKI TAK SEPAKAT DENGAN SYAIR LAGU YANG DILANTUNKAN PENYANYI HAMDAN ATT. 'LEBIH BAIK SAKIT GIGI DARIPADA SAKIT HATI INI, BIAR TAK MENGAPA…' ENAM GIGINYA DICABUT SEKALIGUS MENYISAKAN SAKIT TAK TERPERI.
Sri Rejeki harus merelakan 6 giginya dipaksa tanggal dalam waktu bersamaan. Itu setelah dokter mendiagnosis rahang atas Sri positif tumor. Perempuan 35 tahun itu teringat peristiwa 30 tahun lampau.

Saat berusia 10 tahun ia terjatuh keras ke gorong-gorong di dekat rumahnya. Rahangnya bergeser, meski akhirnya sembuh. Tak jelas apakah tragedi masa lalu itu sebagai pemicu tumor rahang atas.
Yang jelas pada Februari 1992 ia merasakan sakit gigi dan muncul sebongkah daging di langit-langit mulut. Dua bulan berselang benjolan itu membesar seukuran 4 kali kelereng. Bukan hanya itu, nyeri hebat di kepala ia rasakan. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1974 itu hanya bisa terbaring. 'Malu jika keluar rumah karena muka saya bengap seperti dipukuli orang,' kata Sri. 

Tumor lagi
Menyembunyikan penderitaan tak mengatasi masalah. Oleh karena itu ia mendatangi dokter spesialis bedah mulut. Saat itulah dokter mendiagnosis Sri positif ameloblastoma alias tumor pada rahang kiri. Dokter menyarankan agar ia opname untuk pengambilan tumor. Sebelum operasi, dokter mencabut 6 gigi geraham Sri. Tujuannya memudahkan pengangkatan tumor. 

Usai operasi, ia mengenakan gigi palsu. Operasi lancar dan nyeri pun hilang. Wajah Sri kembali seperti semula, tak lagi bengap. Ia kembali menjalani aktivitas sehari-hari menjadi pedagang kelontong di Penggilingan, Jakarta Timur. Sri Rejeki tentu bungah bisa mengais rezeki kembali. Namun, petaka itu kembali datang. Tumor datang lagi 10 tahun usai Sri menjalani operasi. 

mengobati tumor rahang
Pada 2003 giliran rahang kiri belakang yang terserang tumor. 'Rasa sakitnya lebih parah dibanding sebelumnya,' kata Sri. Dengan wajah menggembung hingga bawah mata, ia pun mendatangi dokter spesialis bedah mulut. 

Seluruh rahang kirinya mesti diangkat untuk pengambilan tumor. Saat jam operasi tiba, Sri berubah pikiran: membatalkan operasi. Ia takut suaranya berubah menjadi sengau sebagai efek samping operasi.
Sri lebih memilih menggunakan beragam herbal seperti mahkotadewa. Ia mendidihkan 100 gram mahkota dewa kering dalam dua gelas air. Ramuan itu memang membuat tumornya tak membesar, tetapi tak juga mengecil. Ia juga berpantang beberapa jenis makanan. Bahan pangannya hanya ubijalar dan singkong lunak karena mulut Sri sulit mengunyah bahan pangan lain. 

Pecah
Jalan kesembuhan terkuak, ketika sang kakak menyarankan ekstrak teripang berbentuk jeli. Mulai September 2008 Sri rutin mengkonsumsi sesendok ekstrak teripang 2 kali sehari. Ia juga menelan 10 tablet spirulina sekaligus sehari setelah makan. Perubahan pertama yang ia rasakan usai konsumsi teripang-spirulina itu adalah tidurnya nyenyak. Sebelum konsumsi ia kerap terjaga. Selain itu sakit kepala yang kerap kali datang mulai berkurang. 

Dua bulan kemudian, ketika bercermin Sri kaget melihat mulutnya penuh darah. Ia terhenyak, panik. Namun, setelah mengetahui benjolan besar di rahangnya pecah, ia tenang. Benjolan pecah itu diikuti dengan mengempisnya wajah yang menggembung. Setelah 3 bulan ia sudah bisa mengunyah berbagai makanan dan nafsu makannya pun meningkat. Itu terlihat dari bobot tubuhnya dari 65 kg menjadi 77 kg. 

Menurut Abdul Latif dari Departemen Bedah Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, ameloblastoma bersifat jinak, tumbuh lambat, dan penyebarannya ke stroma jaringan ikat. Tumor bakal kambuh bila operasi tidak sempurna. Ameloblastoma bisa tumbuh lagi setelah pencabutan gigi, pengangkatan kista, dan iritasi rongga mulut. 

Ameloblastoma menyerang semua kelompok usia, terutama pada 40-50 tahun. Orang yang terserang ameloblastoma jarang menunjukkan gejala khas sehingga tumor itu jarang terdiagnosis dini. Ukuran pembengkakan akibat ameloblastoma bervariasi sehingga menyebabkan bentuk wajah berubah. 

Ekstrak teripang ampuh mengatasi ameloblastoma? Begitulah pengalaman empiris Sri Rejeki. Satwa laut itu terbukti antitumor dan antikanker sebagaimana riset ilmiah Jaime Rodriguez. Periset dari Fakultas Kimia, Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol, itu mengekstrak 300 teripang dalam pelarut metanol. Dalam uji praklinis, ekstrak teripang aktif membunuh sel heLa (tumor rahim) dan B-18-Fl (melanoma). 

Senyawa yang berperan adalah glikosida yang bersifat antitumor dan antikanker. Teripang mengandung 0,93 g glikosida. Kandungan glikosida dalam teripang terdiri atas 40 mg holothurinoside A, 9 mg holothurinoside B, 15 mg holothurinoside C, 10 mg holothurinoside D, dan 20 mg holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur tumor. (Vina Fitriani). Trubus online Rabu, April 01, 2009.

No comments:

kuncikesehatanalami@copyright2010. Powered by Blogger.